BAGAIMANA UMAR BIN KHATTAB MEMPRAKTEKKAN WAKAF PRODUKTIF

Juni 5, 2020 Off By kedaiwakaf
KEDAIWAKAF.COM Tidak ada serorang sahabat Nabi SAW yang dikenal ketegasannya dan kewibawaannya melebihi Umar bin Khatab. Sebelum masuk Islam ia menjadi tokoh utama penentang dakwah Nabi Muhammad
“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai (yaitu) Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”.
Itulah doa yang dipanjatkan Rasulullah dan dijawab Allah dengan masuk Islamnya Umar bin Khattab. Tak ada yang menyangka Umar akan masuk Islam. Bahkan Amir, salah seorang sahabat menyebutkan “Umar tidak akan memeluk Islam sehingga himarnya masuk Islam.” Begitulah gambaran bagaimana Umar sangat memusuhi Islam. Ia juga salah seorang yang ingin membunuh Nabi Muhammad. Namun saat bertekad membunuh Nabi Muhammad, jiwa yang keras itu ternyata luluh oleh lantunan surat Thaha. Gebrakan awal langsung dilakukannya begitu masuk Islam. Dialah orang yang berani masuk Islam secara terang-terangan. Umar yang terkenal keras melawan Islam berubah menjadi seorang sahabat yang sangat membela Islam, bahkan ia rela mewakafkan harta yang paling ia cintai untuk Islam. Ibnu Umar menuturkan bahwa pernah suatu ketika Umar bersedekah tanah yang bernama Tsamagh pada masa Rasulullah, sesungguhnya harta ini bermanfaat bagiku dan sangat berharga. Aku ingin menyedekahkannya, Nabi berkata, “Bersedekahlah dengan modalnya, janganlah dijual, jangan dihibahkan dan jangan diwariskan. Akan tetapi bersedekahlah dengan hasil buahnya.” Umarpun bersedekah dengan hasil buahnya untuk jihad dijalan Allah kepada para hamba sahaya, pada orang-orang miskin, orang yang yang bertama, dalam perjalananm dan kerabat keluarga. Tidak menjadi masalah bagi yang mengelola untuk memakan hasilnya dengan makruf atau memberi makan kawan, asalkan tidak untuk memperkaya diri (Al Bukhari, kitab al Washaya, no. 2773) Dalam Riwayat yang lain oleh Ibnu Umar, ia berkata “Bahwa sahabat Umar ra, memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian Umar ra, menghadap Rasulullah SAW untuk meminta petunjuk, umar berkata: “Hai Rasulullah SAW, saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapat harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?” Rasulullah SAW bersabda: “Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan. Ibnu Umar berkata: “Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah Ibnu sabil, dan tamu, dan tidak dilarang bagi yang mengelola (nazhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau memberi makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta.” Praktik yang dilakukan oleh Umar bin Khattab merupakan salah satu bukti bagaimaan para sahabat sudah mempraktekkan wakaf produktif. Wakaf yang memberdayakan masyarakat, dengan pokoknya tetap terpelihara dan terkelola, sedangkan hasilnya diberikan untuk kepentingan umat. Umar pun memberikan contoh kepada kita semua bahwa sebaiknya harta yang diwakafkan adalah harta terbaik dan yang paling dicintai. Tak sampai disitu, ketika ia menjadi Khalifah, Umar kemudian mencatat wakafnya dalam akte wakaf yang disaksikan oleh para saksi dan kemudian mengumumkannya. Hal ini mengispirasi Majelis Ulama Indoneia Provinsi Sumut untuk melakukan langkah kecil dengan mencontoh paradigma yang diterapakan oleh Rasulullah dan para sahabat. Dengan mendirikan usaha yang berbasis wakaf produktif melalui uang. Mimpi ke depan adalah setiap keuntungan dari wakaf produktif akan dikumpulkan dan dibelikan aset. Jika kita memliki 100 gerai bisinis yang berstatus wakaf maka kita akan bisa membeli SPBU yang bertsatus wakaf, yang pada akhirnya kita akan memiliki rumah sakit yang melayani umat Islam dengan gratis tanpa harus membayar apapun. Oleh sebab itu, kepada umat Islam di manapun berada, marilah menyisihkan sebahagian rizki yang Allah berikan kepada kita untuk menjadi penggerak wakaf produktif melalui uang dengan mendirikan gerai gerai bisnis yang berbasis wakaf produktif. Hal ini tentu mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan, Hal ini hanya bisa kita capai dengan kebersamaan dan pertolongan Allah swt., bukankah Allah telah berfirman dalam surat Muhammad يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (٧) وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ (٨) ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ (٩) Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian. Adapun orang-orang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (al-Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad: 7-9) KEDAI WAKAF MEMBANGUN WAKAF PRODUKTIF Info Wakaf: 082168755222