Tentang Kami

KEDAI WAKAF MEMBANGUN WAKAF PRODUKTIF

 

Mengapa Wakaf Produktif?

 

Wakaf produktif memiliki dua visi sekaligus; menghancurkan struktur-struktur sosial yang timpang dan menyediakan lahan subur untuk mensejahteraan umat Islam.      Secara umum defenisi wakaf tunai adalah penyerahan aset wakaf berupa uang tunai yang tidak dapat dipindah tangankan dan dilakukan untuk selain kepentingan umum yang tidak mengurangi ataupun menghilangkan jumlah pokoknya (subtansi esensial wakaf). Dalam pengertian yang lain, wakaf tunai adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompol orang dan lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. Juga termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga, seperti saham, cek dan lainnya.

Wakaf tunai menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam komisi fatwa MUI, tanggal 28 Shafar 1423H/11 Mei 2002M adalah wakaf uang (Cash wakaf/Wakaf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai.

Keuntungan dari bagi hasil digunakan untuk kepentingan umum. Sebagai contoh, apabila wakaf uang dapat diimplementasikan, maka ada dana potensial yang sangat besar yang bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan dan kesejahteraan ummat. Jika saja terdapat 1 juta saja masyarakat Muslim yang mewakafkan dananya sebesar Rp 100.000, maka akan diperoleh pengumpulan dana wakaf sebesar Rp 100 milyar setiap bulan (Rp 1,2 trilyun per tahun). Jika diinvestasikan dengan tingkat return 10 persen per tahun maka akan diperoleh penambahan dana wakaf sebesar Rp 10 miliar setiap bulan (Rp 120 miliar per tahun).

 

Hal di atas menginspirasi pendirian pendirian laboratorium wakaf yang awalnya dinamakan Halalmart MUI Sumut. Rencana ini menjadi lebih jelas ibarat “pucuk dicinta ulampun tiba” ketika PTKU MUI Sumut mendapat dana CSR dari Bank Sumut sejumlah 200 juta. Pada awalnya CSR diperuntukkan untuk pembelian perlengkapan mahasiswa, yang pada saat realisasinya muncul beberapa pertimbangan apakah akan dibelikan mobil operasional PTKU, kafetaria halal, dan mini market. Akhirnya kami sepakat untuk mendirikan laboratorium intrepeneurship wakaf dalam bentuk mini market yang diberi nama “Halalmart MUI Sumut”. Persipaan pun dilakukan melalui kegiatan ekspose Halalmart 20 April 2017 yang diselenggarakan MUI Sumut dengan melibatkan sejumlah stakeholder yang dimiliki. Saat itu, MUI Sumut telah mengumumkan kepada stakeholder telah tersedianya gedung Halalmart berukulan 12 x 5 meter yang berlokasi di bagian depan Kantor MUI Sumut/ LPPOM MUI Sumut. Kegiatan ekspose sudah mulai muncul semangat berwakaf dari sejumlah stakeholder untuk mendorong terwujudnya peningkatan ekonomi umat. Embiro Halalmart terus berproses menemukan bentuknya yang ideal.

         Kedai Wakaf MUI Sumut telah melakukan hal kecil dengan lompatan yang besar terhadap paradigma wakaf. Prof. Dr. H. Yasir Nasution dalam peresmian Gerai Kedai Wakaf yang diberi nama  Halalmart MUI Sumut pada 12 April, mengatakan bahwa wakaf yang dilakukan oleh Tim Management KedaiWakaf  adalah wakaf melalui uang, yaitu pewakif memberikan dananya ke management untuk dipergunakan sepenuhnya kepada wakaf produktif. Hal ini pada dasarnya telah lama dilakukan oleh umat Islam di Indonesia khususnya ketika membangun masjid, banyak umat Islam yang mewakafkan uangnya untuk pembangunan masjid dengan cara memberikan uang kepada nazhir wakaf (panitia pembangunan masjid) untuk dipergunakan membangun masjid.

 

         Kedai Wakaf MUI SUMUT ditopang dengan tiga misi utama yaitu; (1) membangun semangat interpreneurship di kalangan  pemuda Islam khususnya pengkaderan ulama, (2) mensosialisasikan manfaat besar dari wakaf produktif, dan (3) mendirikan bisnis berbasis wakaf produktif  diberbagai lokasi dan wilayah. Hal ini hanya bisa kita capai dengan kebersamaan dan pertolongan Allah swt., bukankah Allah telah berfirman dalam surat Muhammad (7) “Hai orangorang yang beriman jika kamu menolong agama Allah niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian”. 

         Tagline Kedai Wakaf MUI Sumut adalah adalah Kami memudahkan Anda berwakaf”.: Kedai Wakaf  MUI SU menerima wakaf melalui uang tunai (cash wakaf) karena melihat banyak manfaat dan fleksibelitas yang dimilikinya. Kedai Wakaf MUI Sumut selaku laboraturium wakaf mengalokasikan wakaf produktif dengan tiga cara:

  1. Wakaf Tunai Abadi, yaitu wakaf melalaui uang yang nominalnya tidak dibatasi, diserahkan kepada Managemen Kedai Wakaf tanpa mengaharapkan pengembalian uang yang diwakafkan hanya mengaharapkan keridhoan Allah semata.
  2. Wakaf Tunai Berjangka, yaitu wakaf uang yang diserahkan kepada Kedai Wakaf dengan ikrar pengembalian dalam batasan waktu minimal satu juta dengan jangka waktu minimal satu tahun.
  3. Belanja sambil berwakaf, yaitu bagi setiap individu yang berbelanja di Gerai Gerai Bisnin Kedai Wakaf sepertu Halalmart MUI SU adalah suatu bentuk tindakan berwakaf. Setiap nilai rupiah yang dibelanjakan akan diwakafkan. Nominal kembalian uang cash terhadap individu yang berbelanja dapat diwakafkan langsung tanpa memandang nominalnya baik seratus rupiah, dua ratus rupiah dan berapapun itu.

Facebook

Kedai Wakaf

Twitter

@kedaiwakaf

YouTube

Kedai Wakaf

Sejarah

Kamis, 12 April 2018, Dewan Pimpinan MUI Sumut, membentuk secara resmi Program Laboratorium
Entrepreunership Wakaf Halalmart MUI Sumut.

Salah satu bagian terpenting dari peresmian program ini diserahkannya penyerahan sertifikat Wakaf Tunai baik abadi maupun berjangka kepada para Pewakif. Momentum tersebut menandai terbangunnya dua sisi kebangkitan ekonomi umat, yakni ulama dan parawakif (pewakif).